Konsep Dasar Kanda Pat

69 views
banner 468x60

Konsep Dasar Kanda Pat

Salah satu Konsep Spiritual yang mendasari gama bali adalah ajaran Kanda Pat.

secara umum masyarakat bali yang Belajar Kawisesan atau Belajar Tenaga Dalam Asli Bali mengenal ajaran Kanda Pat ini dengan Empat (pat) saudara (kanda) yang diajak lahir (embas) ke dunia ini (mayapada). Dengan melihat perkembangan ajaran Kanda Pat ini, kata kanda sudah kurang relefan lagi diartikan hanya sekedar saudara (sanak) tetapi lebih jauh menjadi pergulatan konsep (mekanda) spiritual, sehingga penafsiran ajaran ini semakin meluas sesuai pemahaman dan pengalaman spiritual yang diperoleh oleh praktisi ajaran ini.

untuk lebih mendekatkan Mengenal Kosep Dasar Kanda Pat, berikut ini beberapa sloka yang dapat dijadikan rujukan sebagai pijakan dalam memahami ajaran gama bali ini.berikut ini sloka suci yang menjadi konsep dasar kanda pat:

Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksinam

daksina sraddham apnoti, sraddhaya satyam apyate [Yayur Weda XIX.30]

Melalui pengabdian kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita memperoleh kemuliaan.

dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita peroleh kebenaran.

Yajno yajnena kalpatam [Yayur Weda IX.21]

Semoga yadnya (upacara) suci berhasil melalui sebuah semangat pengorbanan

Raso vai sah, rasam hyevayam labdhva' nandi bhavati [Taittiriya Upanisad]

sesungguhnya ia adalah rasa, dengan mencapainya - orang akan dipenuhi dengan kebahagiaan

Pundarikam navadvaram tribhir gunebhir avrtam,

tarmin yad yaksam atmanvat tad vai brahmavido viduh [Atharwa Weda X.8.43]

orang dengan pengetahuan ilahi mengetahui roh (atma) yang bersemayam di dalam teratai yaitu badan (manusia) yang berpintu sembilan, yang terkurung dalam tiga belenggu.

Mitrasya ma caksusa sarvani bhutani samiksantam,

Mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samikse,

Mitrasya caksusa samiksamahe [Yayur Weda XXXVI.18]

semoga semua mahluk memandangku dengan mata bersahabat, semoga aku memandang seluruh mahluk dengan bersahabat, semoga kita memandang satu sama lainnya dengan mata bersahabat

dari sekian sloka diatas, leluhur bali menyelaminya lebih dalam yang kemudian melahirkan konsep ajaran Kanda Pat atau Catur Sanak. secara umum, inti Kosep Dasar Kanda Pat ini adalah "manusa ye, butha ye, dewa ye" (dia itu manusia, sebagai butha dan juga sebagai dewata), sehingga penekanan awal dari konsep kanda pat ada di kandapat bhuta, kanda pat manusa dan kanda pat dewa. berikut ini penjabaran konsep kanda pat tersebut:

Kanda Pat
 Tri HitakaranaTri Kona Tri GunaTri kaya parisudha
BhutaPalemahanUtpetiTamas Perbuatan
ManusaPawonganStitiRajas Perkataan
DewaParhyanganPralinaSatwam Pikiran

mempelajari Kanda pat sangat erat hubungannya dengan spiritual. dimana setiap ajaran memiliki makna yang terpendam yang merupakan sumber kekuatannya.

Konsep Kanda Pat Bhuta

  • memberikan pemahaman penciptaan yaitu panca maha bhuta
  • menekankan konsep palemahan (lingkungan)
  • ajaran yang menyadarkan kita bahwa lingkungan adalah milik kita yang wajib dan harus dijaga/diperhatikan
  • cara untuk dekat dengan alam hanyalah dengan perbuatan saja
  • mempelajari saudara kita yang masih berupa butha kala yang sangat kuat enerjik dan dipenuhi oleh aura panas (semangat).
  • apabila kurang memahami, biasanya akan condong pada sisi tamas-nya.
  • identik dengan Bhuta Yadnya
 fisikSanak BhutaSang pengabih Arah Mahabhutakekuasaannya
Yeh NyomAnggapatiSuratmaTimurPertiwitubuh mahluk
GetihPrajapatiJogormanik SelatanApahkuburan dan jalan
LamasBanaspatiDorakala BaratTejasungai dan bebatuan
Ari-ariBanaspati rajaMahakalaUtarabayupepohonan
RareBhuta DengenYamadipatiTengahAkasaBadannya

Adapun Kanda Pat Bhuta ini diantaranya;

dilihat dari penjelasan diatas, tersirat pesan bahwa diwajibkan bagi setiap mahluk hidup menjaga diri dan lingkungan disekitarnya agar tercipta kenyamanan, kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. jadi untuk bisa mendapatkan manfaat dari ajaran Kanda Pat Bhuta kuncinya di perbuatan kita dalam menjaga lingkungan disekitar kita baik dengan membersihkan jalan, merawat tumbuh-tumbuhan serta membersihkan selokan atau sungai disamping merawat badan kita sendiri.

Ritual untuk bisa lebih dekat dengan sanak butha, disamping pelaksanaan yadnya Caru di setiap odalan/rahinan merajan/sanggah secara berkala/rutin, untuk setiap kajeng kliwon serta hari otonan hendaknya dihaturkan segehan kepelan manca warna dihaturkan di ari-ari dan dibawah/sebelah tempat tidur serta segehan cacahan manca warna di natar sangah, natar rumah dan lebuh. berikut ini sloka yang berhubungan dengan lingkungan (kanda pat bhuta):

Trini chandamsi kavayo viyetire puruupam darsatam visvacaksanam

apo vata osadhayastani ekasmin bhuvana arpitaani [Atharwa Weda XVIII.1.17]

Orang bijaksana mendapati 3 elemen yang menutupi dunia ini, memiliki bentuk dan aspek yang berbeda, yang mengamati segalanya. mereka adalah air, udara dan tanaman. ini yang disetiapkan untuk dunia ini.

Osadhir ini mataras - tad vo devir-upa bruve [Rg Weda X.97.4]

tanaman/tumbuhan memberikan makan dan melindungi dunia ini, karenanya mereka disebut para ibu.

Konsep Kanda Pat Manusa

  • Ajaran ini merupakan implementasi dari konsep pawongan, yang menitik beratkan pada ajaran untuk menjaga hubungan dengan sesama manusia. dengan terjaganya hubungan baik ini, maka tujuan duniawi kita (jagadhita) akan lebih mudah diperoleh.
  • Didalam menjaga hubungan sosial ini, disamping perbuatan yang menjadi pusat perhatian adalah ucapan/perkataan yang kemudian menjadi sumber kekuatannya,
  • memahami saudara kita yang sudah berkultivasi menjadi manusia, yang sifatnya sangat mirip dengan manusia..
  • konsep ini lebih dekat dengan sifat rajas.
  • identik dengan Manusa Yadnya, Pitra Yadnya dan Rsi Yadnya.
Sanak Manusa (Ratu)LetakKekuasannyaLinggih
Ngurah Tangkeb LangitBhagawan PenyarikanTimurhewan dan binatangUlun Sui
Wayan TebaBhagawan MercukundaSelatanJalan dan PegununganPura Desa
Made JelawungBhagawan SindhuBaratsungai dan bebatuanPura Puseh
Nyoman Sakti PengadanganBhagawan TatulUtaraPepohonanPura Dalem
Ketut Petungnama dwijati kitaTengahDiri sendiriTelengin Hati

untuk dapat mendapatkan manfaat dari Ajaran Kanda Pat Manusa ini, disamping kita dituntut untuk menjaga hubungan dengan sanak nyatur desa yang lebih dikenal dengan istilah panebeh yaitu tetangga/orang yang ada di timur, selatan, barat dan utara diri kita, kita juga tetap dituntut untuk melakukan tugas dan kewajiban sebagai sanak sang kanda pat, agar ikut menjaga/memperhatikan kekuasaannya, sebagai bukti ikatan batin kita sebagai sanak manusa.

untuk bisa lebih mendekatkan diri dengan sang catur sanak manusa, upacara otonan merupakan hal yang diwajibkan, disamping ritual upacara manusa yadnya lainnya. berikut ini sloka yang berhubungan dengan kemanusiaan (kanda pat manusa):

Apir yajati apaye [Rg Veda X.71.6]

Seorang sahabat menolong temannya.

Dadami tad yat te adatto asmi [Atharwa Weda V.11.10]

wahai sahabat, kami berikan anda segalanya..apa yang sebegitu jauh tidak diberikan olehku

Tat Twam Asi

dia adalah diriku

Konsep Kanda Pat Dewa

seperti halnya kanda pat diatas, ajaran kanda pat dewa merupakan pengejawantahan dari konsep parhyangan, dimana setiap menusia menjaga hubungannya dengan tuhan dalam manifestasinya sebagai dewata. Sehingga upacara Dewa Yadnya sangat dekat dengan ajaran kanda pat dewa ini.

Sanak BhutaSanak ManusaSanak DewataArah
AnggapatiRatu Ngurah Tangkeb LangitBhatara IswaraPurwa
PrajapatiRatu Wayan TebaBhatara BrahmaDaksina
BanaspatiRatu Made JelawungBhatara MahadewaPascima
Banaspati RajaRatu Nyoman Sakti PengadanganBhatara WisnuUttara
Bhuta DengenRatu Ketut PetungBhatara SiwaMadya

untuk dapat memperoleh manfaat dari ajaran kanda Pat Dewa ini, harusnya Kanda Pat Bhuta dan Manusa sudah dijalankan terlebih dahulu, Setelah itu barulah melaksanakan pendekatan kerohanian dimana puncaknya adalah tahap Madiksa (Sanyasin-Pandita). adapun ritual dari Kanda Pat Dewa ini adalah dengan melaksanakan Upacara Piodalan. berikut ini sloka yang berhubungan dengan spiritual keilahian (kanda pat dewa):

Savita pascatat savita purastat, savitottaratat savitadharattat

savita nah suvatu sarvatarti, savita no rasatam dirgham ayuh [Rg Weda X.36.14]

Dewata dari arah barat, timur, utara dan selatan

semoga ia melimpahkan rahmat-Nya, semoga ia mengaruniai kami umur yang panjang.

Tasmad vai vidvan purusam, idam brahmeti manyate

sarva hyasmin devata gayo gosti ivasate [Atharwa Weda XI.8.32]

Oleh sebab itu orang yang mengetahui, menganggapNya sebagai Brahman.

Sesungguhnya semua dewata ada didalam dirinya, seperti (lembu) dalam kandangnya.

Devaso hi rma manave samanyavo, visve sakam saratayah [Rg Weda X.90.1]

Sesungguhnya para Dewata sejiwa dengan manusia, semuanya memiliki kemuliaan.

Setelah Memahami Konsep Dasar Kanda Pat ini, barulah Ajaran Kanda Pat boleh dipelajari. Pemahaman ini sangatlah penting, agar tidak terjadi kebingungan dalam mempelajari Ajaran Kanda Pat. Bila sudah paham, Silahkan Baca Artikel "Kanda Pat - Catur Sanak" yang berisikan Mantra dan Kunci pokok ajaran Kanda Pat.

demikian sekilas pengenalan Kosep Dasar Kanda Pat, semoga bermanfaat.

Email Autoresponder indonesia

Comments are closed.