Segehan Manca Warna

194 views
banner 468x60

Segehan Manca Warna

Segehan berfungsi sebagai penetralisir (Nyomya), yang bervibrasi tinggi di turunkan, yang rendah ditinggikan, hingga semua menjadi netral, seperti sedia kala atau dalam keadaan standar.Karenanya, segehan mancawarna ini sangat erasa manfaatnya bila dihaturkan pada karang panes, karang tenget. Namun, kekuatan segehan pada karang tenget/angker ataupun tempat bermasalah hanya sehari, sehingga disarankan bagi umat/krama yang tinggal di lingkungan tempat angker setiap hari menghaturkan segehan. Perlakuan akan berbeda bila umat yang tinggal di tempat yang tidak tenget, Segehan Manca warna hanya dihaturkan pada saat rahinan gumi saja, khusunya Purnama, Tilem dan Kajeng Klion.

Segehan selalu berpaketan dengan:

Beberapa Hal yang mesti diperhatikan yang berkaitan dengan Segehan Manca WarnaUnsur-unsur Segehan Mancawarna

Mengingat pentingnya upakara ini, Segehan dibuat harus berdasarkan tattwa, dengan nasi yang berwarna seperti halnya dengan canang sari. Nasi pada segehan untuk yang dihaturkan di dalam lingkungan rumah seharusnya di kepel (di padatkan dengan kepalan tangan) sebagai simbol keteguhan dan kesatuan, agar keluarga dalam rumah tinggal dianugerahkan kedamaian, keteguhan dan kerukunan. Namun segehan yang dihaturkan di luar rumah diperbolehkan menggunakan nasi yang tidak dikepel atau jumputan.

  • Arah Timur, warna nasi adalah putih.
  • Arah Selatan, warna nasi adalah merah. Dapat menggunakan nasi dari beras merah atau diwarnai dengan warna alami seperti pamor (kapur) dan sirih.
  • Arah Barat, warna nasi adalah kuning. Dapat diwarnai dengan kunyit.
  • Arah Utara, warna nasi adalah hitam. Dapat diwarnai dengan arang atau kopi.

Selalu mengusahakan pewarnaan nasi dengan warna alami, jangan menggunakan pewarna buatan, karena sama dengan kita sedang berbohong.

Di dalam segehan, selain nasi kepel juga berisi :

  • Porosan Silih Asih yang bermakna, pada saat penganut Hindu Bali menghaturkan persembahan harus dilandasi oleh hati yang welas asih serta tulus kehadapan Sang Hyang Widhi beserta Prabhawa Nya, demikian pula dalam hal kita menerima anugerah dan karunia Nya.
  • Beras dan Bunga, cukup sehelai. yang bermakna sumber kehidupan dan keheningan pikiran.
  • Garam  sebagai simbol satwam : sifat kebijaksanaan
  • Irisan bawang sebagai simbol tamas : sifat kemalasan.
  • Irisan jahe sebagai simbol rajas : sifat keserakahan.

Garam, bawang dan jahe adalah simbolis untuk mengembalikan Tri Guna (Satwam-Rajas-Tamas) kepada asalnya. Bila dilihat dari kegunaanya, garam merupakan pembangkit rasa, bawang merupakan antiseptik untuk luar tubuh (biasanya digunakan oleh bayi, ditaruh di pojok ruangan untuk mengendalikan virus flu dll) dan Jahe merupakan obat antiseptik yang digunakan dari dalam tubuh (biasanya dibuat air jahe, wedang jahe dll).Cara membuat segehan

  • alas segehan dapat berupa daun pisang, atau daun kelapa.
  • diatas alas disusun kepelan nasi sesuai warna arah mata angin.
  • bila menggunakan takir, gunakan 6 takir
    • 4 takir, untuk tempat nasi (putih, merah, kuning dan hitam) beserta bawang jahe garamnya, disesuaikan dengan arah mata angin
    • 1 takir, untuk nasi brumbun dengan bawang jahe garamnya, yang diletakkan di antara nasi hitam dan nasi putih (timur laut)
    • 1 takir, untuk tempat porosan, bunga dan beras yang diletakkan diatara nasi putih dan merah (arah tenggara)

Tempat utama yang harus dihaturkan segehan dirumah adalah:

  • di Natar Sanggah/merajan (hulu)
  • di Natar Rumah (madya)
  • di Lebuh (teben)

selain 3 tempat diatas, segehan mancawarna juga dihaurkan tempat lainnya yang dianggap penting.tata cara menghaturkan segehan:

  • Letakkan segehan pada tempatnya di bawah/tanah/lantai, sesuaikan warna nasi dengan arah mata angin.
  • diatas segehan diisi canang sari, yang warna bunganya juga disesuaikan dengan arah mata angin
  • Kemudian selipkan sebatang dupa,
  • tuangkan Berem kemudian Arak, memutar mengitari segehan dengan berlawanan arah dengan jarum jam (ke kiri) - Presawya. Putaran ke kiri memiliki makna ke bawah (turun) atau mengumpulkan dapat tiik pusat ritual. Berem adalah simbol Ang dan Arak adalah Ah (lebih lengkapnya lihat catatan saya tentang “Makna Arak Berem”).
  • percikan Tirta
  • Kemudian ngayab persembahan segehan
  • tuangkan kembali dengan urutan berbalik yaitu Arak kemudian Berem, searah dengan jarum jam (ke kanan) - purwadaksina. Putaran ke kanan memiliki makna ke atas (naik), simbolis ngeluhur  atau menyebarkan fibrasi positif setelah disomya. Putaran bolak-balik ke kiri dan ke kanan ini pun simbolis dari kisah pemuteran Mandara Giri, untuk memohon dimancurkannya Tirtha Kehidupan (Panca Tirtha).

Demikian sekilas tentang Segehan Mancawarna, semoga bermanfaat.

Email Autoresponder indonesia

Comments are closed.